Seorang Suami Suka Saksikan dan Biarkan Istri Berhubungan dengan Pria Lain, Ini Pengakuan Lengkapnya

 

Surya Malang/Firman

Seorang Suami Senang Saksikan Istri Berhubungan dengan Pria Lain. Kejadian di Malang.

- Entah apa yang merasuki pikiran dan merusak akal sehatnya, seorang suami di Malang tega menjual sang istri.

Sang suami menjajahkan istrinya untuk melayani pria lain.

Hal itu diungkap Polrestabes Surabaya setelah penangkapan pasutri tersebut.

Diberitakan, seorang suami asal Malang ditangkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya di sebuah hotel kawasan Surabaya Selatan, Selasa (7/4/2020) malam.

Suami berinisial FA (27) itu tega menjual istrinya sendiri untuk melayani nafsu birahi pria hidung belang.



Saat beaksi, FA menggunakan media sosial Twitter dengan akun @mlgpass yang memposting beberapa foto erotis istrinya.

"Untuk menarik minat pria hidung belang, tersangka memposting foto erotis istrinya itu dan melakukan penawaran untuk jasa layanan seks threesome berbayar," kata PS Kanit PPA, Iptu Harun, Kamis (16/4/2020).

Setelah itu,pria hidung belang akan diminta menghubungi nomor WhtasApp tersangka untuk kemudian melakukan transaksi.

Hasil interogasi, FA sudah melakukan aksinya itu sejak menikahi istrinya secara siri pada Agustus 2019.

Terhitung sudah sepuluh kali FA menjajakan sang istri dengan tarif Rp 800 ribu per jamnya.

Tak hanya membiarkan sang istri bersetubuh dengan pria lain, FA bahkan mengaku turut ikut ke kamar hotel untuk melihat aksi panas istrinya bersama pria lain.

Tak arang, ia bahkan ikut melakukan persetubuhan bersama dengan pira tersebut dan istrinya.

"Ya karena fantasi seks saja. Saya gak tau kenapa suka kalau lihat istri saya bercinta sama pria lain" akunya.

Selain itu, FA juga mengaku terdesak kebutuhan ekonomi.

Selain melayani dalam kota, FA juga bisa melayani pria hidung belang di luar kota Malang, seperti Surabaya.

"Kalau di luar kota baru ini. Itu harganya beda antara 1 sampai 2 juta per sekali kencan,"tandasnya. (Firman)

Suami Jual Istri Seharga Rp 50 Ribu

Kisah lengkap suami di Pasuruan tega menjual istrinya untuk memuaskan hasrat teman-teman lelakinya.

Jual beli istri ini tidak hanya terjadi sekali, tapi berkali-kali.

Tak hanya itu, bahkan sang suami merekam adegan istrinya saat melakukan hubungan badan dengan para pelanggan yang kebanyakan teman si suami.

Video ini dijadikan alat untuk mempromosikan istrinya kepada teman-temannya, bahwa istrinya bisa diajak berhubungan badan.


Menyikapi aktivitas suami jual istri ini, Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota pun menangkap suami tersebut.

Sang suami kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka dalam kasus ini adalah Moch Sabik Setiyawan (28) warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan istrinya yang dijual berusia 23 tahun.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Donny Alexander mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus suami yang nekat menjual istrinya sendiri.

Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan korban atau istri tersangka berinisial F, tanggal 9 Februari.

Tak butuh waktu lama, pihaknya langsung bergerak dengan Polsek Rejoso.

"Kemarin malam, tersangka berhasil kami amankan. Dan ini sedang kami kembangkan. Sangat ironis sekali ini, kasus suami yang sangat tega menjual istrinya sendiri," jelas dia.

Tarif Dipatok Rp 50 Ribu

Donny Alexander mengaku prihatin mendengar motif suami jual istri ini.

Sebab, alasan Moch Sabik Setiyawan sangat sepele sekali.

Tersangka menjual istrinya, F ke temannya dengan dua alasan.

Alasan pertama, karena ekonomi dan kedua karena ingin mencari sensasi seksual.

"Pertama alasannya ekonomi. Jadi, setiap korban melayani teman tersangka akan mendapatkan imbalan. Nominalnya tidak besar. Paling besar Rp 50 ribu," katanya.

Donny, sapaan akrabnya menerangkan, dari pemeriksaan sementara, ada empat teman tersangka yang sudah berhubungan badan dengan korban.

Masing-masing teman tersangka, kata Kapolres bisa berhubungan sampai lima kali, ada yang dua kali.

Intinya bervariasi, dan mayoritas lebih satu kali.

"Kami sudah mintai keterangan keempat teman tersangka ini. Sudah kami periksa juga, dan mereka mengakui memang sudah berhubungan badan dengan korban lebih dari satu kali," jelas dia.

Alasan kedua, kata Kapolres, tersangka mengaku ingin memberikan sensasi seksual untuk istrinya.

Jadi, selama ini istrinya merasa tidak puas ketika berhubungan dengan tersangka.

"Nah, dengan berhubungan badan bersama teman tersangka, korban diharapkan bisa merasakan perbedaan dan bisa membandingkan saat berhubungan badan dengannya," tambah dia.

Ia mengaku masih mendalami dan akan memeriksa lebih lanjut tersangka. Pihaknya menduga masih ada kemungkinan, korban ini dijual oleh tersangka lebih dari empat orang temannya.

Rekaman Video



Dalam kasus suami jual istri, Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota juga menemukan fakta yang mengejutkan.

Tersangka Moch Sabik Setiyawan juga membuat video istrinya saat melayani nafsu teman-temannya.

Dari hasil pemeriksaan, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Donny Alexander mengatakan, penyidik menemukan video berhubungan badan istrinya dengan teman tersangka.

Nah, ibarat pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kata Kapolres, tersangka memang sengaja merekam istrinya saat melayani temannya.

"Tujuannya agar video itu bisa menjadi bukti ke teman lainnya bahwa istrinya bisa diajak berhubungan badan. Ini juga kami dalami," kata Kapolres.

Ia menerangkan, video aslinya memang sudah tidak ada. Sebab sudah dihapus.

Namun, pihaknya sudah mendapatkan video bukti rekaman itu, dan temuan ini akan menjadi acuan penyidik untuk menelusuri dugaan penyebaran video asusila.

"Tersangka juga sudah mengakui jika merekam istrinya saat berhubungan badan dengan temannya. Alasannya memang untuk itu.

"Jadi, saat istrinya dijual, tersangka ada di sana, dan melihat istrinya berhubungan badan dengan temannya," papar dia.

Ancaman Hukuman

Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota akan menerapkan sejumlah pasal dalam kasus suami jual istri yang terjadi di wilayah hukum Rejoso, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Korps Bhayangkara akan menerapkan Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Selain itu, ada juga Pasal 12 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Tersangka dalam kasus ini Moch Sabik Setiyawan (28) warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan terancam akan dipidana badan atau kurungan lebih dari 10 tahun.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Donny Alexander mengatakan, dalam pemeriksaan penyidik, apa yang dilakukan tersangka terhadap istri sahnya ini masuk dan unsurnya memenuhi dalam tiga pasal tersebut.

"Ada pemaksaan dalam rumah tangga untuk berhubungan seksual dengan orang lain, perdagangan orang dengan tujuan komersil dan membuat serta menyebarkan video asusila," jelasnya.

Akan tetapi, kata Kapolres, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan jika penyidik akan menambah jeratan pasal yang akan diterapkan ke dalam kasus ini. Dengan catatan, ada alat bukti kuat yang baru.

"Ini kami masih dalami," papar dia

Sudah Setahun

Moch Sabik Setiyawan (28) warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan memang sungguh bejat.

Berdasarkan pengakuannya kepada kepolisian, tersangka ini sudah menjual istrinya, sejak awal tahun 2019 lalu, tepatnya bulan Februari.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengatakan, kejadian ini bermula saat tersangka dan korban berada di dalam kamar.

Itu kejadian dinihari sekira pukul 00.00 satu tahun yang lalu.


Disampaikan dia, saat korban hendak istirahat, tiba-tiba ada teman tersangka berinisial B ini masuk ke dalam kamarnya.

Korban pun terkejut dengan kedatangan teman suaminya ini malam-malam.

Setelah itu, suaminya atau tersangka menawarkan temannya B ini untuk berhubungan seksual dengan istrinya atau korban.

Secara spontan dan tegas, korban pun langsung menolak tawaran itu.

"Namun tersangka memaksa korban dengan cara memukul tubuhnya. Karena takut, korban menuruti kemauan tersangka dan melakukan persetubuhan tersebut dengan B," kata Slamet, sapaan akrab Kasatreskrim.

Penderitaan korban tidak berhenti sampai di situ.

Kasat menyebut, setelah kejadian itu, B seringkali datang ke rumahnya dan meminta untuk berhubungan badan dengan korban.

Permintaan itu ternyata datang dari tersangka yang menyuruhnya untuk berhubungan badan dengan istrinya.

Jika ditotal sudah lima kali dalam setahun, tersangka menjual istrinya ke temannya berinisial B.

Selain itu, kata Kasat, korban juga dipaksa berhubungan dengan teman kerja lainnya yakni R sebanyak 4 kali, E sebanyak 2 kali, dan H sebanyak 3 kali.

Dari semua transaksi itu, tersangka merekam semua dalam bentuk video.

"Nah video itu, disebar oleh tersangka ke teman lainnya. Tujuannya untuk menawarkan siapa yang mau berhubungan badan dengan istrinya ini, dipersilahkan," urai Slamet.

Sekadar diketahui, tersangka dan korban ini menikah sejak tahun 2016.

Buah dari pernikahannya, kedua pasangan ini dikaruniai satu orang anak.

Tersangka bekerja sebagai karyawan konveksi di Pasuruan, sedangkan korban adalah ibu rumah tangga. (Galih)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel